Faktanya Titik Akupunktur


PENELITIAN ATAS STRUKTUR ANATOMI DAN HISTOLOGI TITIK AKUPUNKTURAkupunktur

Titik Akupunktur berbeda dengan Titik Non-Akupunktur dalam struktur anatomi dan histologi, fenomena khas dan efek rangsang.

1. Akhiran saraf pada titik akupunktur lebih padat.

Kellner (1965) melakukan 12.000 mikroseksi (pemotongan secara mikroskopis) pada 11 titik akupunktur mendapatkan : pada titik Akupunktur satu reseptor untuk 2,80 mm2, dan lokasi bukan titik akupunktur satu reseptor untuk 12,83 mm2.

2.      Titik akupunktur terletak pada area kaya saraf superfisial.

Tahun 1976 Gunn et al meneliti 70 titik akupunktur, ditemukan :

  • 47 titik terletak pada titik motorik (Tipe I),
  • 11 titik terletak di garis sagital, pertemuan saraf superfisial kedua belah tubuh (Tipe II),
  • 12 terletak pada pleksus saraf atau saraf kutaneus superfisial (Tipe III)
  • Tahun 1977 Gunn et al menemukan titik akupunktur terletak di atas otot tendon (Tipe IV)

3.       Fan et al (1990) dengan mikroskop elektron pada pembesaran 20.000 kali mendapatkan celah antar sel (gap junction) di epidermis pada lokasi titik akupunktur dua kali lebih banyak dibanding lokasi bukan akupunktur.

4.      Croley dan Carlson (1991) mendapatkan papila dermis pada lokasi titik akupunktur dua kali lebih banyak.

5.       Kawakita (1993): reseptor rangsang akuunktur mekanis maupun termis adalah sama yaitu reseptor polimodal, yang merupakan akhiran saraf bebas yang teranyam dari saraf sensorik tak bermielin (serabut C), saraf sensorik kecil bermielin (serabut A-delta) dan saraf sensorik besar bermielin (serabut A-beta).

6. Dung (1984) menunjukkan beberapa kriteria anatomis titik akupunktur, sebagai berikut:

  • Selalu berkaitan dengan saraf kutaneus atau saraf otot, besarnya serabut saraf menentukan kepekaan.
  • Lebih banyak berada di sepanjang saraf superfisial dibanding pada saraf yang lebih dalam.
  • Berada di lokasi serabut saraf menembus fascia dalam (deep fascia) yang timbul dekat ke permukaan.
  • Terletak pada foramen tulang
  • Terletak di lokasi batang saraf masuk dalam otot terdiri dari serabut aferen (sensorik), serabut saraf eferen (motorik) dan serabut saraf simpatis.
  • Terletak di mana pembuluh darah, arteri dan vena bersama- sama batang saraf membentuk kesatuan neurovakular saat masuk ke dalam otot.
  • Terkait dengan batang saraf yang mengandung serabut sensorik dengan reseptor sensorik yang melekat pada pembuluh darah, serabut otot, tendon dan kulit.
  • Terletak pada lokasi batang saraf besar bercabang menjadi dua atau lebih.
  • Merupakan lokasi yang peka rangsang pada struktur ligamen.

By http://spesialisakupunktur.com/index.php/tentangakupunktur/pandangan-secara-kedokteran . terakhir diakses Rabu, 25 July 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s