Pathofisiologi Sistem Endokrin


Fisiologi Sitem Endokrin

Makhluk Hidup terus mengembangkan struktur dan fungsinya yang kompleks, oleh karena itu integritas berbagai komponen dalam diri makhluk hidup menjadi penting sekali bagi kelangsungan hidupnya. integritas in dipengaruhi oleh dua sistem yaitu:

  1. sistem syaraf pusat
  2. sistem endokrin

Kedua sistem ini berhubungan secara embriologis, anatomis, dan fungsional. contohnya, banyak kelenjar endokrin juga berasal dari neuroektodermal, yaitulapisan embrional yang juga merupakan asal dari sistem saraf pusat. selain itu, terdapar hubungan anatomis antara sistem saraf pusat dan sistem endokrin, teruatama melalui hipotalamus, akibatnya, rangsangan yang mengganggu sistem saraf pusat seringkali juga mengubah fungsi sistem endokrin. sebaliknya, perubahan fungsi sistem endokrin dapat berdampak pada sistem saraf pusat itu sendiri. paduan kerja sama antara sistem neuroendokrin membantu organisme memeberikan reaksi maksimal terhadap rangsangan internal dan external.

Fungsi Sistem Endokrin

Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar yang menyekresikan hormon yang membantu memelihara dan mengatur fungsi-fungsi vital tubuh seperti:

  1. respon terhadap stress dan cedera
  2. pertumbuhan dan perkembangan
  3. reproduksi
  4. homeostatis ion
  5. metabolisme energi
  6. respon kekebalan tubuh

Jika terhadap stress atau cedera, sistem endokrin memacu serangkaian reaksi yang ditujukan untuk mempertahankan tekanan darah dan mempertahankan hidup. yang terutama terlibat dalam reaksi reaksi ini adalah aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA).

Tanpa adanya sistem neuroendokrin akan terjadi gangguan pertumbuhan dan mencapai kedewasaan ,demikian juga infertilitas. yangpaling banyak terpengaruh adalah aksis Hipotalamus-Hipofise-Gonad.

sistem endokrin penting untuk mempertahankan homeostatis ion. organisme mamalia hidup dalam lingkungan external yang senantiasa mengalami perubahan. tetapi sel-sel dan jaringan harus hidup dalam lingkungan internal yang konstan. sistem endokrin ikut berperan dalam pengaturan lingkungan internal dengan mempertahankan keseimbangan natrium, kalium, air, dan asam-basa. Fungsi ini diatur oleh oleh hormon aldosteron dan antidiuretik (ADH). konsentrasi kalsium juga diatur oleh fungsi endokrin. kalsium diperlukan untuk pengaturan banyak reaksi biokimia didalam sel-sel hidup dan untuk pengaktifan saraf normal dan fungsi otot. kelenjar paratiroid mengatur homeostatis Kalsium.

Sistem endokrin bertindak sebagai regulator metabolisme energi. metabolisme basal dapat meningkat karena hormon tiroid, dan kerja sama antara hormon hormon gastrointestinal dan pankreas akan menyediakan energi yang dipergunakan oleh sel-sel tubuh.

Terdapat interaksi antara sistem neuroendokrin dan respon kekebalan tubuh. Pengaturan kortisol dan pengeluaran sitokin berpengaruh dalam imunitas yang diperantarai oleh sel, dan sitokin seperti interleukin 6 (IL-6) dapat merangsang hormon adrenokortikotropik (ACTH) dan sekresi kortisol .

Pathologi Sistem Endokrin

selengkapnya bisa download filenya

https://docs.google.com/file/d/0B9eiyu7wCpz-amRhbzlIOFNxeVk/edit
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s