1 Bulan Untuk Memahami


Akupunktur Untuk Lansia (2)

Saat makan siang

OK fine, kalau di semester sebelumnya pernah diberi kesempatan mengabdikan diri untuk praktek di Salatiga dan Solo. Sekarang diberikan kesempatan mengabdikan diri lagi untuk ke salah satu kota yang terdapat di Jawa Tengah yang akrab dikenal dengan obyek wisatanya Waduk Gajah Mungkur. Wonogiri SUKSES . !! yang merupakan semboyan dari kota ini tertulis jelas sebagai sambutan untuk para pengunjung yang datang ke kota ini.

Perlu diketahui praktek kali ini sungguh sangat berbeda dengan praktek-praktek sebelumnya yang selalu berhadapan dengan pasien di rumah sakit dan klinik-klinik penyedia pelayanan akupunktur. Untuk kali ini pihak kampus lebih mengarah pada pengabdian diri mahasiwa/i ke para lansia di panti jompo, dan penyandang cacat mental di rumah sakit. Sebelumnya mungkin banyak yang bertanya termasuk ayah saya sendiri dengan pertanyaan yang wajar untuk dilontarkan masyarakat awam pada umumnya. Pertanyaannya simple yaitu “Apa sebenarnya peran Akupunktur dalam penanganan masalah-masalah yang ada pada para lansia dan para penyandang cacat mental ? sehingga kalian harus praktek kesana ?”. Yah, secara teori yang ada didalam buku pertanyaan ini bisa saja dijawab dengan padat dan jelas serta detail sedetail-detailnya bla bla bla bla bla bla bla and bla. Tapi, apa orang lain bisa percaya dengan teori tersebut tanpa melihat fakta yang sesungguhnya ??. yah, itulah tantangan kami untuk 1 bulan kedepan ini. Membuktikan secara fakta bahwa akupunktur mampu berperan aktif dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di lahan praktek.

Joged bareng mbah Wito yang dulu seorang Sinden . sumpah yee . suaranya cetaarr bgttt . :D

Joged bareng mbah Wito yang dulu seorang Sinden . sumpah yee . suaranya cetaarr bgttt .😀

Ini minggu ke-2 saya berada disini di Panti Sasana Tresna Werdha Dharma Bakti Wonogiri dan didapat berbagai macam kasus seperti hipertensi, vertigo, pasca stroke, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, nyeri pinggang, nyeri lutut, ambeien, batuk, dan masalah pencernaan pada umumnya. Sejauh ini kami telah melakukan terapi akupunktur sebanyak 4 kali, dan saat dilakukan evaluasi terapi sebagian besar hingga 50% kasus nyeri seperti nyeri pinggang dan lutut bisa teratasi dengan baik, yang ditandai dengan berkurangnya keluhan nyeri yang dirasakan pasien, begitu juga dengan keluhan-keluhan yang lain. Alhamdulillah ternyata teori yang terlahir 5000 tahun yang lalu, dan sekarang dengan rapi tertulis di berbagai buku yang mengacu pada kitab Huang Di Neijing bisa kami buktikan disini.

1 bulan lebih dekat pada para lansia mungkin ini judul yang tepat untuk tulisan kali ini yang mana memang dalam 1 bulan ini kami diberi kesempatan untuk lebih mengenal apa yang mereka sebut dengan lansia dari segi anatomi tubuh, fisiologi dan patologi sistem organ tubuh serta psikologi yang sudah mulai balik ke arah nol. Ada 40 orang lansia yang terdaftar di panti ini tapi untuk saat ini yang tinggal di panti hanya 27 orang karena selebihnya lagi pulang menjengguk keluarga. Rata-rata usia telah mencapai lebih dari 66 tahun dengan berbagai kondisi yang tak memungkinkan beliau untuk tinggal sendiri tanpa adanya perawatan dan bantuan orang lain.

Jujur awalnya kaget mendengar cerita dari tiap-tiap lansia yang ada disini hingga ia harus  berada di tempat ini. Dari mulai yang memang tak memiliki keluarga, tempat tinggal, dan bahkan ia yang diabaikan oleh keluarga dan anak-anaknya. “Kesalahan apa yah yang mereka lakukan sampe nggak dihiraukan keluarganya .?” entahlah, tapi yang pasti dihidup ini Dona yakin hukum aksi-reaksi itu berlaku. Dimana apa yang kita tanam itu yang kita panen. Yah renungkanlah kata-kata ini semoga bisa menjadi lebih baik lagi terhadap lingkungan.

Orang tua yang senantiasa menitipkan anaknya pada baby sister atau tempat penitipan anak (TPA) dengan alasan pekerjaan, siap-siap untuk dititipkan anak-anaknya di panti jompo saat tua nanti dengan alasan yang sama karena hidup ini aksi-reaksi.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s