“Apa itu Qi . ?”


Mereka selalu berteriak ” teori itu nggak seperti praktek dan sangat sangat berbeda, jangan kaget kalo udah praktek nanti” . ! . Okeee, dari kata-kata itu sungguh saya tidak membenarkan dan saya juga tidak menyalahkan statement berikut. Karena bagaimanapun keadaannya semua orang pasti sepakat jika saat melakukan praktek akan selalu didasari oleh sebuah teori :). Tapi nggak sedikit juga kondisi atau keadaan yang dialami pasien  yang kita jumpai saat praktek, nggak bisa kita korelasikan dengan teori yang ada di dalam buku. Hemmh, apalagi jika sudah berhubungan dengan pasien, terkadang pasien punya teori sendiri dalam menjelaskan perkembangan penyakitnya, ada juga pasien yang selalu membandingkan kita dengan yang lain (Sungguh itu sangat menyakitkan, tolong jangan bandingkan aku dengan yang lainnya😦 huaaaaa) . Maaf sedikit lebay untuk bagian yang ini . Hahaha😀😀 Nb: jangan terlalu serius saat membaca😀🙂 .Tulisan ini akan menjadi bagian dari curhatan saya, jika anda berkenan membaca, bacalah hingga akhir tulisan ini jika nanti ada ilmu yang didapat saya sangat senang sekali dan semoga sangat bermanfaat buat anda yang membaca .🙂

Sumber: Google search . Lupa link nya . :(

Sumber: Google search . Lupa link nya .😦

Jika kamu merupakan bagian dari tenaga kesehatan pasti anda sangat nggak asing dengan yang namanya ‘Pasien’. Yupp, bagi saya Pasien adalah salah satu makhluk kepo yang pernah saya temui disepanjang perjalanan hidup saya (hahaha lebay :D) tapi mereka berhak untuk kepo dan saya sangat suka dengan pasien yang kepo.🙂 Kenapa demikian? karena secara tidak langsung mereka mencambuk saya untuk belajar dan mencari tahu lebih banyak lagi.🙂 . Jika mereka tidak bertanya mungkin saya tidak perlu lagi membuka catatan waktu kuliah, mengartikan jurnal penelitian atau membaca buku . Tapi karena pertanyaan dari mereka membuat saya harus dan wajib membaca dan memahami teori-teori saat dibangku kuliah.Terlalu banyak pertanyaan yang mereka lontarkan entah itu dari pertanyaan umum yang sering saya dengar ‘Apa itu Akupunktur?’, ‘Obat apa yang ada didalam jarum Akupunktur?’, ‘Kenapa harus ditusuk di kaki?’, Kenapa harus melihat lidah?’, ‘Apa yang anda lihat di lidah saya?’, ‘Kenapa anda meraba nadi saya?’, ‘Bagaimana jarum bisa menyembuhkan?’, ‘Mengapa tusukan ditangan bisa menyembuhkan sakit kepala saya?’, ‘Berapa lama saya harus ditusuk?’, ‘Apa yang ditusuk?’ dan banyak lagi pertanyaan lainnya. Bagi anda yang sudah siap untuk praktek mandiri terapi akupunktur anda harus siap untuk menjawab pertanyaan” diatas .🙂 . Dari beberapa pertanyaan diatas saya selalu menjawab dengan kerendahan hati dan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien sesuai teori apa yang saya dapatkan saat kuliah, di buku, di jurnal dan beberapa artikel di internet. Jawaban yang saya jelaskan selalu membuat pasien kembali bertanya dengan pertanyaan yang simple tapi cukup membuat saya berfikir keras untuk menjelaskannya dengan baik dan benar. Pertanyaan berikutnya yang sering saya dengar adalah ‘Apa itu Qi dan Apa itu meredian . ?’ . Hemmh, sebenarnya pertanyaan ini hampir sama seperti pasien bertanya ‘Apa itu darah dan apa itu pembuluh darah?’ .🙂 . Yupp, salah satu tantangannya menjadi seorang terapis akupunktur disini. Kita diharapkan mampu menjelaskan sedikit teori tentang ilmu akupunktur yang bisa mereka pahami dengan bahasa yang sederhana . Memang benar ada beberapa bahasa dari teori akupunktur yang sangat sulit untuk dijelaskan oleh masyarakat umum contohnya kata meredian, Qi, Api lambung (pasien ngebayanginnya lambung yang ada bara api), Api hati (api cemburu kali yah😀 ), Flegma panas, lembab, angin luar, angin dalam dan lain-lain lagi .🙂 . Semuanya wajib kita jelaskan dong kalo pasien nanyain dan kita akan bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan benar kalau kita memahami dasar teorinya🙂
Ok, saya akan menjawab pertanyaan yang biasanya ditanyain para pasien ‘Apa itu meridian dan apa itu Qi . ?’ dan saya berharap pasien juga ngepoin blog sederhana ini dan nemuin tulisan ini . Sehingga pasien lebih yakin dengan terapi Akupunktur dan bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang-orang disekelilingnya .  Amin🙂

Sebelumnya perlu diketahui didalam tubuh manusia dikenal adanya pembuluh darah, pembuluh getah bening, dan sistem syaraf yang merupakan pondasi fungsional organ tubuh manusia. Tapi, didalam ilmu Akupunktur selain sistem peredaran darah, pembuluh limfe, dan sistem syaraf dikenali juga dengan yang namanya Meredian yang merupakan tempat peredaran substansi vital tubuh yang disebut dengan Qi . Menurut Zhanwen et al dalam buku “Essentials Of Chinese Medicine Vol.2″ Meridian atau Jingluo dalam bahasa China  merupakan suatu pembuluh yang menopang seluruh sistem tubuh manusia, dan sebagai media untuk menghubungkan bagian demi bagian tubuh manusia. Jadi, meridian itu sama halnya seperti pembuluh darah tapi sayangnya meridian sampai saat ini belum bisa ditunjukkan secara nyata seperti halnya pembuluh darah .🙂
Oke sekarang kita membahas tentang Qi yang sama-sama belum bisa ditunjukkan secara nyata fisiknya seperti darah . Qi itu sebenarnya bahasa China yang artinya energi . Kalo ngebaca kata energi jadi inget hukum kekelan energi deh yang bunyinya ” Energi tidak dapat diciptakan dan tidak pula dapat dimusnahkan. Tapi, energi dapat diubah dari 1 bentuk ke bentuk yang lain” (Eaaaaaa gua inget ini  pelajaran Fisika Sd kalo nggak salah, kalo bukan Sd yah SMP .😀 . Maklum waktu sekolah nilai Fisika nggak pernah sedap di pandang mata . Pas-pasan banget😀 )
Oke balik lagi pada fokus kita untuk membahas Qi .🙂
Qi itu merupakan energi vital yang sudah ada sejak lahir dan berfungsi untuk menjalankan aktivitas kehidupan. Qi dibedakan menjadi Genuine Qi (Qi murni bawaan lahir atau yang diwariskan oleh orang tua), Thoracic Qi (Qi Dada yang dibentuk dari udara segar yang dihirup) , Nutritive Qi (Qi yang dibentuk dari makanan) dan Defensive Qi (Qi pertahanan tapi saya lebih suka nyebutin Defensif Qi ini sebagai sitem imun tubuh kita kalo sama pasien) . Jadi, untuk mendapatkan Qi tubuh yang sehat kita harus memiliki Qi sehat baik yang diwariskan oleh kedua orang tua melalui kromosomnya . Makanya penting melihat bibit, bebet dan bobot sebelum menikah supaya kita memiliki keturunan yang sehat untuk generasi yang sehat🙂, udara segar yang mengandung banyak O2 dan bukan CO2 apalagi CO yang banyak pada asap rokok, dan salah satu faktor juga yang menentukan kualitas Qi seseorang bisa dilihat dari jenis makanan yang dimakan, sehat atau tidak sehat bahkan menurut beberapa penelitian halal dan haram suatu makanan juga berpengaruh pada kondisi tubuh seseorang entah itu halal haramnya dilihat dari sifatnya atau cara memperolehnya . Peringatan keras untuk para orang tua supaya dapat tetap memberikan makanan yang halal lagi baik yang baik lagi halal untuk buah hatinya karena dikit banyaknya berpengaruh pada perkembangan psikologi maupun fisik anak tersebut dan kuncinya bagi orang muslim adalah “Hallan toyiban” (Halaaah jadi ceramah . Hahah :D) .

Trus timbul pertanyaan baru “Jika Qi yang katanya merupakan energi yang dapat dibentuk dari makanan, udara dan Qi yang diwariskan kedua orang tua, Kalau seperti itu bagaimana peran Akupunktur dalam menangani masalah yang ditimbulkan akibat ketidak normalan Qi tubuh ?”
Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan para pembaca bantu jawab dan bisa sharing ilmunya disini, please koment dibawah atau kirim email ke donaaulia.abdullah@gmail.com atau untuk yang mau tau jawabannya ditunggu pada tulisan selanjutnya .🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s