Ubah Lelah Menjadi Lillah


B612_20170322_221946.jpg

‘Ubah Lelah Menjadi Lillah’ .. Bagi yang pernah baca bukunya mungkin udah tau itu merupakan judul salah satu buku baru karangan kak Dwi Suwiknyo.. Inshaa Allah bukunya lagi on the way saya baca. Sekilas isinya lebih mengarahkan pembaca untuk mengontrol emosi dalam bersikap dan berucap yang baik, benar, dan tanggung jawab. Ini buku rekomandasi banget untuk kamu-kamu yang punya masalah dalam mengontrol emosi, apalagi yang sukanya ngeluh dan sering tak tau arah jalan pulang kayak butiran jomblo eeeiiiiits salah butiran debu maksudnya . 🙂

Dalam coretan kali ini saya akan coba ambil beberapa inti bagian dari buku ini dan dengan kekuatan super yang Allah titipkan, saya berusaha untuk menjelaskan dengan bahasa hati seorang Dona Aulia. Saya berharap kamu yang lagi baca bisa mengerti maksud dan tujuan saya mengetik tulisan ini.

altruism.jpg

Setiap hari saya selalu mendengar keluh dan kesah dari berbagai orang yang berbeda dalam kasus yang berbeda pula. Terutama dalam masalah kesehatan yang mereka derita, sakit jasmani dan rohani yang mereka rasakan, hati mereka yang tersayat api cemburu dan mereka yang bersedih karena putus cinta uuwoouuwowoo seakan-akan jadi panti curhat wkwk nggak deng becanda kok hihi.

Untuk kamu yang lagi sakit, saya berharap jangan lelah untuk berusaha sembuh. Disaat kamu merasa lelah untuk sembuh, jenuh dengan keadaan kamu saat ini, apa yang harusnya dilakukan ? Apakah harus mengeluh ? Kenapa kita mudah lelah dengan keadaan sakit ? Apakah ini takdir dari Allah untuk kita ? Apakah sakit ini perbuatan orang lain dengan ilmu sihirnya (santet) ? Apakah ada orang yang iri dan dengki dengan kita ?Disaat sakit harusnya kita lebih tahu diri dan memahami kondisi dalam diri ‘bahwa sesungguhnya saya lagi sakit dan seharusnya saya berobat’ dengan menyadari bahwa kita sakit, kita bisa memberikan hak tubuh untuk istirahat dan mencari pengobatan terbaik. Berhentilah untuk mendramatisasi masalah dengan banyak berfikir yang tidak-tidak seperti ini sakit merupakan santet dari si A. Percayalah setiap penyakit itu datang atas izin Allah dan penyakit akan pergi pun atas izin Allah. Cukup percaya sama yang SATU, kita hanya butuh berdoa sungguh-sungguh dengan mengaktifkan God-spot supaya bisa terkoneksi langsung dengan Sang Maha Pemilik diri ini dengan memperbanyak amal shaleh. Berdzikirlah dalam sakitmu, bertahmid, bertasbih dan bertakbirlah mengingatNya. Sudah saatnya hapus dosa dan perbanyak pahala.

Begitupun dengan kamu yang tengah menghadapi orang sakit terlebih lagi seorang anak yang merawat orang tuanya. Harusnya tak ada kata lelah dan tak ada rasa dongkol dalam diri. Oh iya selain mendengar keluhan pasien saya juga kerap kali mendengar keluhan dari keluarga pasien yang terkadang merasa lelah dalam menghadapi sikap keluarganya yang sakit. Tak bisa dipungkiri kecendrungan orang sakit memiliki sifat yang manja, malas makan, makan pun maunya disuapin, ke kamar mandi ditemenin, pake baju dibantu dan tidur pun maunya dikelonin. Kasian yah kalo yang jomblo sakit siapa yang nyuapin coba wkwkwk.

664xauto-8-tips-merawat-pasangan-saat-sakit-1504200.jpg

Untuk kamu yang tengah merawat keluarga yang sakit entah itu suami, istri, anak, adik, kakak dan kerabat lainnya saya mohon untuk tidak pernah mengeluh apalagi merasa lelah. Kamu berhak menilai kalau keluarga yang sakit terlalu manja dan terlalu lebay jika harus digendong atau disuap makan. Kamu menilai demikian karena kamu belum merasakan sakit yang mereka rasakan seharusnya kamu harus lebih bersyukur karena bisa merawat bukan menjadi orang yang tengah dirawat. Sakit stroke misalnya, jangankan untuk berjalan ke kamar mandi, untuk duduk diatas tempat tidur saja pun Ia tak mampu. Ikhlas dan berlapang dada-lah kamu saat merawat keluarga yang sakit inshaa Allah pahala terselip didalamnya.

Sudah saatnya ubah lelah menjadi lillah karena setiap waktu, Allah senantiasa membuka pintu taubat sampai akhirnya buku amalan kita ditutup. Selagi punya kesempatan yuk beristighfar yang banyak mohon ampun padaNya.

“Jadikan amaliah duniamu bernilai akhirat, jauhi amaliah akhiratmu bernilai dunia” (Suwiknyo,2017)

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s